PUNXKOUR Volume I

Ada apa dengan Parkour Indonesia? Mungkin bukan asosiasinya tetapi apa yang kami rasakan dengan sistem pada Parkour di Indonesia atau disebut dengan PKID. 
 
PUNXKOUR di sini adalah melakukan aktifitas parkour dengan bebas dan mengacuhkan peraturan sepihak dari beberapa senior yang menghambat perkembangan kreatifitas ketika melakukan parkour.

Kenapa PKID? Karena PKID adalah wadah yang menaungi komunitas-komunitas parkour di Indonesia. 
 

Punxkour Intro

 
Punxkour terbentuk dari sempitnya ruang gerak yang kami rasakan dari cara berlatih di komunitas. Masih berlakunya senioritas dan intervensi membuat perkembangan parkour sendiri menjadi terhambat, yaitu bergerak dengan bebas tanpa ada halangan atau peraturan apapun selayaknya filosofi dari parkour itu sendiri.

Punxkour mengajak untuk bergerak sesuai dengan kapasitas dan keinginan tubuh masing-masing praktisi parkour, sehingga kita akan lebih bebas berkembang dan menciptakan karakter gerakan sendiri, bukan terbentuk dari batasan yang diberikan oleh beberapa senior di komunitas. Daya tahan tubuh serta anatomi dari setiap praktisi yang berbeda tidak akan bisa jika disamaratakan dengan praktisi lainnya, makanya dengan menu latihan yang berbeda juga akan menghasilkan perkembangan tubuh, otot, serta fisik yang cukup pada tubuh masing-masing praktisi parkour itu.

Budaya parkour yang terbentuk dari semangat punk, rebel, underground dan kebebasan-lah yang mendasarinya. Akan tetapi yang terjadi adalah banyak dari kita dilarang untuk melakukan hal-hal yang telah disebutkan di atas, dan tidak jarang juga malah jadi bahan bullying dengan alasan masih terlalu dini dan berbahaya, namun sangat disayangkan kejadian seperti itu sering terjadi tanpa adanya rasa ingin tahu yang melatarbelakangi perihal tersebut, justru yang ada hanya caci maki belaka tanpa suatu rasa tanggungjawab. Bisa dibenarkan jika praktisi tersebut masih dalam tahap awal berlatih karena memang harus belajar step by step, namun seiring berjalannya latihan bersama komunitas malah membuat praktisi tersebut terbatasi oleh intervensi-intervensi yang dilakukan para senior komunitas, sehingga membuat gerakan harus sesuai dengan apa yang dikatakan mereka.

Artwork: Zaky Ashshiddiq

Bahkan dalam hal ini pemisahan makna dari kata Parkour dan Free Running sangat terasa, yang seharusnya terjadi ialah dua kata itu sama tidak ada perbedaan makna dari dua kata tersebut. Justru yang ada ialah perbedaan makna kata parkour dari setiap praktisinya dan toleransi akan perbedaan makna tersebut yang harus dijunjung tinggi. Semisal praktisi A lebih suka melakukan gerakan basic dan praktisi B lebih suka melakukan gerakan flip, mereka berdua sama-sama melakukan parkour. Hanya saja parkour si A dan si B itu berbeda. 
Dalam hal ini bisa dikatakan bahwa “bagimu parkourmu, dan bagiku adalah parkourku”, tidak ada batasan yang membatasi dalam pemaknaan hingga pengaplikasian dari parkour itu sendiri jika melihat dari filosofinya yaitu “bergerak bebas”, “menjadi kuat dan berguna”, dan masih banyak lagi. Namun semua filosofi itu tidak akan pernah berguna atau hanya jadi omong kosong belaka jika tidak ada toleransi antar praktisi parkour itu sendiri.

Kultur Punxkour ini diharapkan dapat membantu seluruh praktisi parkour di Indonesia untuk bergerak lebih bebas seperti yang diinginkan, sehingga bisa mengembalikan arti parkour yang sesungguhnya tanpa adanya pembatasan dalam bergerak dari siapapun untuk perkembangan pada masing-masing praktisi.
            

Komentar

  1. Saran saya mending si akang penulis ini mainnya agak dijauhin dikit dan kawannya diperbanyak dikitlah dari praktisi di daerah lain, supaya wawasannya terbuka dan sumber informasi yang didapat tidak hanya dari komunitas di daerahnya.
    Terlalu berat bahasanya kalau ngomong soal Parkour Indonesia, terlalu melibatkan banyak orang dan cakupannya terlalu luas. yakin kamu memiliki kapabilitas itu?
    Setidaknya kalau kamu sudah pernah keliling Indonesia dan bergaul dengan praktisi di daerah lain dan pernah menjadi pengurus di PKID, silahkan kalau kau speak up karena sumber Informasi kamu akurat, kita semua seneng kok kalau ada yang berkontribusi untuk membangun Parkour di Indonesia. Tapi kalau sumber informasi kamu hanya seputran komunitas di daerahmu, ini namanya penyesatan. Bentar ada telpon, nanti dilanjutkan lagi ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih sarannya, selanjutnya kami akan lebih banyak lagi berkawan dengan praktisi baru daerah lain

      apakah menjadi pengurus PKID baru boleh speak up?

      Hapus
  2. Entahlah, yg saya rasakan saat aktif berlatih di beberapa komunitas parkour tidak seperti yang disebutkan di artikel di atas, seperti senioritas dan pembatasan kreatifitas.

    Yg sy rasakan, belajar di komunitas itu pendalaman basic, kenapa? Karena basic itu penting, bukan hanya dalam parkour, tapi juga dalam hal hal lain. Nah adapun kreativitas dalam gerakan itu dikembalikan ke masing masing individu. Dan para trainer pun tidak melarang larang ko, malah mensupport.

    Kemudian mengenai kata "parkour" dan "free running" menurut saya tidak bisa disamakan. Dari sejarahnya pun berbeda. Kalau sama kenapa mesti ada istilah "parkour and free running" ??

    Kalau memang ingin membentuk komunitas parkour baru dengan nama punxkour dengan slogan "bagimu parkourmu, bagiku parkourku" ya ga masalah sih kalau menurut saya, itu hak tiap orang juga.

    Hanya saja tidak sependapat dengan beberapa hal yg sudah sy sebutkan tadi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah kami tuliskan di volume I.I

      parkour dan free running adalah istilah tapi menurut kami memiliki tujuan yang sama yaitu mengekspresikan diri secara jujur. sikap disiplin juga mempengaruhi aktifitas parkour dan free running yang dilakukan oleh praktisinya.

      "bagimu parkourmu, bagiku parkourku" itu adalah slogan untuk saling menghargai keputusan yang diambil oleh setiap praktisi entah dia memilih parkour atau free running.

      tidak sependapat itu lumrah, terimakasih

      Hapus
  3. Viral karena karya❌
    Viral sensasi ✅

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih telah mengapresiasi lewat anonim

      Hapus
  4. Seruuu, ini lahir "agama" baru!
    Ditunggu volume berikutnya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUNXKOUR Volume I.I